Banyak orang menganggap kaku leher, tangan yang canggung, atau keseimbangan yang buruk sebagai tanda penuaan yang wajar. Namun menurut Dr. Chua Soe Yong, dokter bedah ortopedi tulang belakang di Atlas Clinic Singapura, gejala-gejala ini bisa menjadi tanda peringatan dini dari cervical myelopathy — kondisi serius pada sumsum tulang belakang yang memerlukan perhatian medis segera.
Dalam edisi Physioactive’s Singapore Surgeon Insights series ini, Dr. Chua berbagi keahliannya tentang bagaimana cervical myelopathy berkembang, mengapa kondisi ini sering kali baru ditemukan pada stadium lanjut, dan mengapa operasi yang dikombinasikan dengan fisioterapi adalah kunci untuk pemulihan terbaik.
Apa Itu Cervical Myelopathy?
Istilah “cervical myelopathy” memiliki arti yang sederhana: cervical merujuk pada leher, myelo berarti sumsum tulang belakang, dan pathy berarti sakit atau rusak. Dengan kata lain, cervical myelopathy berarti sumsum tulang belakang di leher Anda sedang tertekan dan mengalami kerusakan.

Berbeda dengan saraf terjepit atau nyeri leher biasa, cervical myelopathy mempengaruhi sumsum tulang belakang itu sendiri — struktur paling kritis di seluruh tulang belakang. Begitu sumsum tulang belakang rusak, akibatnya bisa tidak dapat dipulihkan. Inilah yang menjadikan cervical myelopathy sebagai kondisi degeneratif tulang belakang yang paling serius.
Gejala: Mengapa Sering Terlewatkan
Salah satu aspek paling berbahaya dari cervical myelopathy adalah bahwa nyeri bukanlah gejala utama — terutama pada tahap awal. Pasien sering mengalami:
- Rasa kebas atau berat yang samar pada lengan dan tangan
- Kesulitan melakukan tugas motorik halus — menjatuhkan benda, kesulitan menggunakan sumpit atau pena
- Berkurangnya ketangkasan tangan
- Keseimbangan yang buruk saat berjalan
- Sering jatuh tanpa sebab yang jelas
Karena gejala-gejala ini dapat disalahartikan sebagai penuaan normal atau kelelahan, banyak pasien menunda mencari pengobatan. Dr. Chua memperingatkan bahwa penundaan ini bisa sangat merugikan: “Begitu Anda memasuki lereng licin, kondisi pasien semakin memburuk.”
Mengapa Diagnosis Dini Sangat Penting
Dr. Chua menggunakan analogi yang kuat untuk menjelaskan urgensinya: jika sumsum tulang belakang tertekan dalam waktu lama, sel-selnya mulai mati — dan tidak seperti jaringan lainnya, sel sumsum tulang belakang tidak dapat beregenerasi. Setiap minggu penundaan mempersempit jendela waktu untuk pemulihan yang berarti.
Beliau menceritakan seorang pasien — seorang pengusaha — yang datang dengan kursi roda, begitu lemah hingga tidak bisa menandatangani namanya sendiri. Cap jempol digunakan untuk mendapatkan persetujuan operasinya. Setelah dekompresi tulang belakang serviks multi-level, pasien tersebut berkembang dari kursi roda menjadi berjalan dengan tongkat, dan akhirnya hampir berjalan normal. Namun Dr. Chua menegaskan: “Sebagian besar pasien yang ditemukan terlambat tidak pernah pulih sepenuhnya.”
Pilihan Pengobatan Bedah
Operasi adalah satu-satunya pengobatan yang efektif untuk cervical myelopathy. Tujuannya adalah mengurangi tekanan pada sumsum tulang belakang dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Dr. Chua menjelaskan dua pendekatan bedah utama:
- Pendekatan anterior (dari depan): Cocok untuk pasien yang lebih muda dengan satu atau dua tingkat yang terkena. Cakram yang rusak diangkat dan diganti dengan implan dan sangkar untuk membebaskan kanal tulang belakang.
- Pendekatan posterior (dari belakang): Lebih disukai untuk pasien yang lebih tua atau mereka dengan beberapa tingkat yang terkena. Bagian belakang tulang belakang dibuka untuk meredakan tekanan dan sekrup dipasang untuk menstabilkan leher.
Masa rawat inap relatif singkat — satu hingga dua hari untuk kasus yang lebih sederhana, hingga seminggu untuk operasi multi-level yang lebih kompleks. Bagi pasien yang datang dari Indonesia, Dr. Chua merekomendasikan untuk tinggal di Singapura selama satu hingga dua minggu setelah operasi untuk pemantauan pemulihan awal dan pemeriksaan luka.
Peran Fisioterapi: Sebelum dan Sesudah Operasi
Di sinilah Physioactive memainkan peran penting dalam perjalanan pemulihan Anda. Dr. Chua menekankan bahwa fisioterapi sangat penting baik sebelum maupun sesudah operasi:
Fisioterapi pra-operasi meningkatkan kekuatan dasar dan kondisi fisik Anda sebelum operasi. “Operasi adalah serangan terhadap tubuh,” jelas Dr. Chua. “Jika Anda memulai dengan kondisi kuat, pemulihan akan lebih cepat. Jika Anda sudah memulai dari kondisi yang buruk, ada bukit besar yang harus didaki.”
Fisioterapi pasca-operasi membantu pasien memulihkan kekuatan fungsional, keseimbangan, koordinasi, dan — bagi mereka yang telah mengalami kerusakan sumsum tulang belakang sebelumnya — ketangkasan motorik halus. Semakin awal rehabilitasi dimulai setelah operasi, semakin baik hasilnya.
Jangan Tunggu — Bertindaklah Sekarang
Cervical myelopathy adalah kondisi di mana menunggu hanya akan merugikan Anda. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami kecanggungan yang tidak dapat dijelaskan, kelemahan tangan, atau masalah keseimbangan, segera dapatkan pendapat dari spesialis.
Di Physioactive, fisioterapis berpengalaman kami bekerja sama dengan dokter bedah seperti Dr. Chua untuk mendampingi pasien di setiap tahap — mulai dari kondisi pra-bedah hingga rehabilitasi pasca-operasi. Baik Anda sedang mempersiapkan diri untuk operasi atau sedang dalam masa pemulihan dari kondisi tulang belakang, kami siap membantu Anda kembali ke kondisi terbaik.
Hubungi Physioactive hari ini untuk berbicara dengan tim kami dan mulailah perjalanan pemulihan Anda.



