Dry Needling

Dry needling adalah terapi tusuk jarum kering yang dirancang khusus untuk meredakan nyeri otot kronis. Pada umumnya, rasa nyeri ini muncul akibat terbentuknya titik pemicu (trigger point), yaitu simpul tegang pada otot serta jaringan ikat. Melalui teknik ini, terapis dapat menargetkan sumber nyeri tersebut secara langsung. Oleh karena itu, pasien yang mengalami nyeri kronis, kekakuan otot, maupun kondisi spesifik seperti fibromyalgia (nyeri otot kronis di sekujur tubuh) dan multiple sclerosis (gangguan saraf yang memicu kekakuan otot) dapat memperoleh manfaat signifikan dari terapi ini.

Bagaimana Cara Kerja Terapi Dry Needling?

Terapi dry needling menggunakan jarum steril yang sangat tipis untuk menangani area otot bermasalah. Prosedur ini disebut “kering” karena jarum yang digunakan tidak memasukkan cairan atau obat apa pun ke dalam tubuh. Dalam prosesnya, terapis akan mengaplikasikan jarum tepat pada titik pemicu (trigger point), yaitu area otot yang mengalami nyeri akibat cedera atau aktivitas berulang.

Prosedur Perawatan di PhysioActive

Logo Australian Physiotherapy Association, berupa inisial APA berwarna putih di dalam bentuk oval biru.

Seluruh terapis di PhysioActive Indonesia telah mengantongi sertifikasi dari Australian Physiotherapy Association (APA) untuk prosedur tusuk jarum kering. Dengan kualifikasi ini, kami memastikan setiap tindakan dilakukan secara aman dan profesional di seluruh cabang klinik kami (Darmawangsa, Setiabudi, Sunter, dan Hang Lekir).

Prosedur perawatan diawali dengan sesi konsultasi mendalam untuk memahami gejala serta titik lokasi nyeri yang Anda rasakan. Selanjutnya, terapis terlatih kami akan mengaplikasikan jarum steril secara hati-hati tepat di bawah kulit pada titik pemicu. Saat jarum menjangkau titik pemicu, otot yang ditargetkan biasanya akan berkedut secara spontan. Kedutan ini merupakan refleks alami dari tulang belakang yang berfungsi untuk memutus siklus nyeri otot.

Selain terapi ini, Anda juga dapat menjelajahi layanan pendukung kami lainnya, seperti terapi titik pemicu myofascial dan terapi manual.

Apakah Prosedurnya Terasa Sakit?

Pada dasarnya, sebagian besar pasien bahkan tidak merasakan sensasi sakit saat prosedur berlangsung. Namun, beberapa pasien mungkin akan merasakan sedikit rasa tidak nyaman atau nyeri ringan. Efek samping dry needling umumnya sangat minimal hingga ringan, seperti timbulnya rasa pegal, iritasi kulit ringan, atau memar sementara yang akan membaik dengan sendirinya.

Untuk meredakan sisa rasa pegal setelah terapi, Anda dapat menempelkan kompres hangat kering (dry heat) pada area otot terkait. Jika Anda memiliki kendala atau pertanyaan seputar pemulihan, jangan ragu untuk menyampaikan kepada staf kami yang siap membantu Anda.

Terapi dry needling sangat aman apabila dilakukan oleh terapis profesional dan terlatih, sebagaimana tim ahli di PhysioActive. Untuk menjadwalkan konsultasi medis Anda, silakan buat janji temu.

Frequently Asked Questions

Apakah dry needling sama dengan akupunktur?

Tidak. Dry needling menggunakan pendekatan medis Barat berbasis bukti ilmiah (evidence-based) serta tidak bergantung pada konsep chi atau aliran energi.

Apakah ada risiko infeksi dari pasien lain?
Tidak ada risiko infeksi antar pasien. Hal ini karena seluruh jarum yang kami gunakan di PhysioActive dijamin steril dan sekali pakai.
Seberapa dalam jarum dry needling diarahkan?
Jarum diarahkan hingga mencapai lapisan otot dan jaringan ikat tempat titik pemicu nyeri berada.
Berapa lama hasil terapi dry needling terasa?
Banyak pasien mulai merasakan perbaikan kondisi dalam beberapa hari setelah satu sesi perawatan. Meskipun demikian, untuk keluhan nyeri yang lebih berat atau kronis, Anda mungkin memerlukan beberapa kali sesi terapi.
Apakah penusukan jarum meninggalkan bekas luka atau memar?
Jarum tidak pernah diposisikan terlalu dalam hingga mendekati organ vital. Selain itu, munculnya memar atau iritasi kulit tergolong sangat jarang terjadi dan bersifat sementara.
Bagaimana terapis menghindari struktur vital tubuh?
Seluruh terapis kami telah menjalani pelatihan intensif mengenai anatomi dan fisiologi tubuh manusia. Oleh karena itu, keselamatan dan kenyamanan pasien senantiasa menjadi prioritas utama dalam setiap tindakan.