Nama saya Kievi, dan saat ini saya merupakan mahasiswa Sport, Exercise and Health Science di University of Bath yang akan memasuki tahun terakhir perkuliahan. Hal yang secara khusus menarik saya untuk bergabung dengan Physioactive adalah standar tinggi yang selalu dijaga oleh klinik ini. Para fisioterapisnya memiliki akreditasi internasional, mendapatkan pelatihan melalui sistem Belanda dan Jerman, serta sebelumnya berpraktik di Singapura sebelum menghadirkan standar pelayanan yang sama di Jakarta. Luasnya layanan yang ditawarkan juga menjadi daya tarik tersendiri—mulai dari podiatri, kesehatan wanita, hingga berbagai spesialisasi lain yang sebelumnya belum pernah saya lihat berada dalam satu klinik yang sama. Sebagai seseorang yang mempelajari ilmu olahraga dengan minat pada kepelatihan dan performa atlet, saya ingin memahami bukan hanya bagaimana sebuah klinik menangani pasien, tetapi juga bagaimana klinik dengan kualitas seperti ini dijalankan—mulai dari sistem, orang-orang di baliknya, hingga keputusan-keputusan yang mendukung kualitas pelayanan tersebut.
Pengalaman saya di Physioactive ternyata jauh lebih berharga dari yang saya bayangkan. Bukan karena satu proyek tertentu, melainkan karena begitu banyak wawasan langsung yang saya peroleh dari setiap anggota tim. Dari para resepsionis, saya mempelajari sistem di balik proses pemesanan jadwal, paket tindak lanjut, konsultasi, hingga operasional meja depan yang secara diam-diam memastikan empat cabang klinik dapat berjalan dengan lancar dan tepat waktu. Dari para fisioterapis, saya melihat secara langsung bagaimana penanganan pasien dan protokol rehabilitasi yang selama ini saya pelajari di bangku kuliah benar-benar diterapkan dalam praktik sehari-hari. Dari Bu Michelle selaku pemilik klinik, saya belajar mengenai hal-hal yang menjadi fondasi seluruh operasional—mulai dari keuangan, struktur organisasi, kepemimpinan, perizinan, hingga berbagai kemitraan yang mendorong pertumbuhan bisnis. Sementara itu, dari Bapak Redmer yang mengelola sistem klinik, saya memahami bagaimana data, pelaporan, dan SEO saling terintegrasi untuk menjaga agar sebuah klinik modern tetap efisien sekaligus mudah ditemukan oleh masyarakat. Jika disatukan, pengalaman ini terasa bukan sekadar magang di satu divisi, melainkan pembelajaran intensif mengenai bagaimana sebuah bisnis layanan kesehatan dapat berjalan secara menyeluruh.

Apa yang Saya Kerjakan
Operasional & Sistem
Sebagian besar pekerjaan yang saya lakukan memang tidak terlihat mencolok, tetapi justru menjadi fondasi utama yang membuat bisnis dapat berjalan. Salah satunya adalah menyusun jadwal kerja resepsionis selama enam minggu untuk seluruh cabang. Dari tugas tersebut saya belajar bahwa membuat jadwal bukan sekadar mengisi kalender, melainkan menyeimbangkan ketersediaan staf, alur pasien, serta kesinambungan pelayanan secara bersamaan. Jika mengatur satu klinik saja sudah cukup menantang, melakukannya untuk empat cabang yang masing-masing memiliki ritme operasional berbeda benar-benar menunjukkan betapa besarnya koordinasi yang diperlukan agar sebuah klinik dapat terlihat berjalan dengan mulus dari sudut pandang pasien.
Kemitraan & Kepatuhan Regulasi
Saya juga terlibat dalam penyusunan surat kerja sama (MOU) dengan rumah sakit yang bertujuan membangun kemitraan rujukan pasien. Selain itu, saya meninjau kontrak kerja dan berbagai dokumen perizinan untuk berbagai kategori tenaga kesehatan, seperti perawat, dokter umum, serta beragam surat izin yang wajib dimiliki sebuah klinik agar dapat beroperasi secara legal. Sebelumnya saya tidak menyadari betapa kompleksnya regulasi di sektor kesehatan dan banyaknya peran yang harus dipenuhi oleh sebuah bisnis layanan kesehatan, hingga saya sendiri harus memastikan seluruh dokumen telah sesuai dengan ketentuan hukum kesehatan di Indonesia.
Pengembangan Bisnis
Saya juga membantu mempersiapkan pertemuan dengan pihak perbankan terkait peluang kemitraan. Pengalaman ini membuka pandangan saya terhadap sisi pemasaran yang sebelumnya belum pernah saya pikirkan—bahwa pertumbuhan bisnis tidak hanya berasal dari kanal digital. Kemitraan strategis dengan institusi seperti bank juga merupakan bentuk pemasaran sekaligus perluasan jangkauan yang sangat efektif. Pengalaman tersebut mengubah cara saya memandang strategi pertumbuhan komersial sebuah klinik secara keseluruhan.
Hal yang Paling Mengejutkan
Hal yang paling mengejutkan bagi saya adalah besarnya kepercayaan dan kebebasan yang diberikan selama menjalani magang. Sebagai intern di bidang operasional, pekerjaan saya dapat berubah setiap harinya—mulai dari mengatur kebutuhan operasional cabang baru, membantu pekerjaan di meja resepsionis, meninjau kontrak, menyusun surat kerja sama dengan rumah sakit, hingga membantu proses tindak lanjut kemitraan dengan pihak bank. Tidak ada satu pun hari yang benar-benar sama.
Saya sebenarnya bisa saja hanya mengerjakan tugas yang diberikan. Namun, saya memilih untuk aktif bertanya kepada setiap anggota tim mengenai hal-hal yang dapat saya bantu. Kebiasaan sederhana itu justru membuka begitu banyak kesempatan belajar yang sebelumnya tidak saya bayangkan. Ada hari-hari di mana pekerjaan yang saya lakukan terasa seperti profesi yang benar-benar berbeda dibandingkan hari sebelumnya, dan saya justru menikmati setiap variasinya.
Walaupun hanya menjalani magang selama satu bulan, saya benar-benar merasakan adanya tanggung jawab nyata dan kesempatan untuk memberikan kontribusi terhadap pekerjaan yang saya lakukan. Rasanya akan sangat disayangkan jika saya tidak memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin. Physioactive bukan hanya klinik yang dikelola dengan sangat profesional, tetapi juga sebuah bisnis yang dibangun dengan perhatian terhadap detail sekaligus budaya kerja yang hangat. Sistem organisasinya sangat terstruktur, namun di saat yang sama setiap anggota tim saling mendukung dan saling mendorong untuk terus belajar. Sebagai seorang intern, saya berkembang dalam lingkungan seperti itu, dan setiap rasa ingin tahu yang saya miliki selalu disambut dengan baik.
Terima kasih kepada Bu Michelle yang telah mempercayakan saya tanggung jawab nyata sejak hari pertama. Terima kasih kepada Bapak Redmer yang dengan sabar membimbing saya memahami berbagai sistem yang sebelumnya belum pernah saya pelajari. Dan terima kasih juga kepada seluruh tim resepsionis serta para fisioterapis yang menyambut saya dengan hangat sejak hari pertama hingga akhirnya menjadi teman-teman dekat. Saya sungguh menghargai setiap percakapan, setiap bimbingan, dan setiap pelajaran kecil yang saya peroleh selama berada di sana.
Saat pertama kali datang, saya belum yakin apakah masa depan saya akan lebih banyak berada di sisi klinis ilmu olahraga atau di sisi bisnisnya. Physioactive menjawab pertanyaan itu—bukan dengan menunjukkan bahwa salah satunya lebih baik, tetapi dengan memperlihatkan bahwa keduanya sebenarnya tidak dapat dipisahkan. Menjelang tahun terakhir perkuliahan saya, saya meninggalkan pengalaman ini dengan keyakinan yang jauh lebih jelas bahwa saya ingin terus berkarya di persimpangan antara dunia olahraga, layanan kesehatan, dan bisnis, ke mana pun perjalanan tersebut akan membawa saya berikutnya.



