
Tren olahraga rekreasi di Indonesia — padel, pickleball, Hyrox, lari jarak jauh — mendorong pertumbuhan pesat di sektor kedokteran olahraga dan fisioterapi Jakarta, dengan PhysioActive muncul sebagai pemain kunci yang menangani cedera yang menyertainya, menurut The Jakarta Post’s Weekender.
Kini mengoperasikan empat cabang di Jakarta, jumlah kunjungan kumulatif PhysioActive tumbuh 235 persen antara 2021 dan 2025, sementara pemesanan daring meningkat dari 10 persen dari total janji temu pada 2023 menjadi 25 persen pada 2026. Direktur pelaksana Michelle Bhojwani mengaitkan lonjakan ini dengan meningkatnya kesadaran pasca-pandemi terhadap olahraga dan gaya hidup sehat, seraya mencatat bahwa pasien kini semakin banyak datang dari lapangan padel, lomba lari, jalur bersepeda, dan kompetisi Hyrox, bukan dari lingkungan pelatihan atlet profesional.
Klinik ini telah memperluas layanannya melampaui terapi manual menuju ekosistem pemulihan yang lebih menyeluruh, termasuk dry needling — yang permintaannya meningkat tiga kali lipat di PhysioActive — bersama terapi ultrasound, elektroterapi, krioterapi, dan termoterapi. Untuk menjembatani kesenjangan antara kunjungan klinik dan pemulihan di rumah, PhysioActive juga meluncurkan aplikasi khusus yang menyediakan video latihan, pengingat, dan fitur umpan balik, guna menjawab kebutuhan pasien yang mengharapkan “solusi cepat” alih-alih proses rehabilitasi berkelanjutan.
Bhojwani memandang fisioterapi bukan sekadar penanganan cedera, melainkan sebagai filosofi keberlanjutan dan pencegahan, dengan merangkum pendekatan klinik tersebut sebagai “gerakan adalah obat” (movement is medicine). Hal ini mencerminkan pergeseran industri yang lebih luas — yang juga tampak pada kompetitor seperti Akeso dan Royal Sports Performance Centre — dari penanganan cedera yang reaktif menuju perjalanan kedokteran olahraga yang terintegrasi dan berkelanjutan, mencakup fisioterapi, perawatan ortopedi, dan perencanaan kembali ke olahraga secara terstruktur.

Bagi populasi atlet rekreasi Jakarta yang terus bertumbuh — banyak di antaranya menyeimbangkan kompetisi akhir pekan dengan pekerjaan kantoran dan kehidupan keluarga — pertumbuhan PhysioActive menandakan bahwa fisioterapi kini menjadi bagian arus utama dan preventif dari gaya hidup aktif, bukan sekadar respons terhadap cedera. Baca artikel lengkapnya di The Jakarta Post Weekender →



