Ankle Cartilage Injury: Penyebab, Gejala, dan Treatment
Nyeri pergelangan kaki yang terus-menerus tidak selalu disebabkan oleh ankle sprain biasa. Salah satu penyebab yang sering terlewat adalah ankle cartilage injury atau cedera tulang rawan pada pergelangan kaki.
Dalam Singapore Surgeon Insight Series bersama Dr. Chris Pierce, Consultant Orthopaedic Foot & Ankle Surgeon dari Altius Clinic Singapore, dibahas bagaimana cedera tulang rawan dapat berkaitan dengan chronic ankle instability, diagnosis, treatment, dan proses recovery.
Apa Itu Ankle Cartilage Injury?

Ankle cartilage injury dapat melibatkan tulang rawan dan tulang di bawahnya, yang dikenal sebagai osteochondral lesion. Cedera ini sering terjadi setelah trauma seperti ankle fracture atau ankle sprain.
Ketika pergelangan kaki terpelintir atau mengalami gerakan inversion maupun eversion yang kuat, tulang-tulang di dalam sendi dapat saling berbenturan dan menyebabkan kerusakan pada cartilage.
Menurut Dr. Chris, kemampuan cartilage untuk sembuh sendiri juga terbatas, terutama pada orang dewasa. Karena itu, cedera yang menetap perlu mendapatkan evaluasi yang tepat.
Apa Gejalanya?

Beberapa gejala yang dapat mengarah pada masalah cartilage antara lain:
- Nyeri pergelangan kaki yang menetap.
- Pembengkakan setelah aktivitas.
- Rasa tidak stabil atau ankle terasa “goyang”.
- Nyeri yang muncul saat aktivitas tertentu.
- Sensasi locking atau sendi seperti terkunci.
Jika terdapat fragmen cartilage atau tulang yang terlepas di dalam sendi, kondisi tersebut juga dapat menyebabkan locking dan berpotensi mengganggu cartilage lainnya.
Hubungan dengan Chronic Ankle Instability

Chronic ankle instability bukan hanya membuat ankle terasa mudah terkilir. Ketidakstabilan yang berlangsung lama dapat menyebabkan pergerakan tulang yang tidak normal sehingga memberikan tekanan berlebih pada cartilage.
Karena itu, seseorang dengan riwayat ankle sprain berulang dan nyeri yang tidak kunjung membaik sebaiknya tidak hanya berfokus pada rasa sakit, tetapi juga mengevaluasi stabilitas ankle.
Kapan Perlu Diperiksa?
Tidak semua ankle sprain membutuhkan MRI atau operasi. Dr. Chris menjelaskan bahwa pemeriksaan ligamen biasanya lebih akurat dilakukan beberapa hari setelah cedera, ketika pembengkakan akut sudah berkurang.
Namun, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan jika terdapat nyeri berat, sulit berjalan, pembengkakan yang menetap, atau proses rehabilitasi tidak menunjukkan perkembangan.
MRI dapat membantu mengevaluasi kondisi jaringan di dalam ankle.
Bagaimana Ankle Cartilage Injury Ditangani?

Treatment bergantung pada ukuran dan kondisi lesi. Untuk lesi yang lebih kecil, prosedur seperti ankle arthroscopy dan microfracture dapat dipertimbangkan. Lesi yang lebih besar dapat membutuhkan prosedur yang lebih kompleks, termasuk osteochondral transplantation.
Namun, treatment tidak selalu berarti operasi. Kondisi setiap pasien berbeda dan perlu dinilai berdasarkan gejala, ukuran lesi, stabilitas ankle, serta kebutuhan aktivitas pasien.
Berapa Lama Recovery?
Dalam contoh yang dibahas Dr. Chris, pasien yang menjalani microfracture sekaligus ligament repair dapat menggunakan crutches selama sekitar 10–14 hari, kemudian menggunakan boot selama beberapa minggu.
Physiotherapy dapat dimulai sejak sekitar dua minggu, sementara aktivitas seperti straight-line running dapat dimulai sekitar tiga bulan. Aktivitas dengan perubahan arah atau permukaan tidak rata dapat membutuhkan waktu sekitar empat bulan.
Timeline tersebut merupakan gambaran umum dan dapat berbeda untuk setiap pasien. Rehabilitasi yang tepat sangat penting untuk mengembalikan strength, mobility, dan ankle stability.
Kesimpulan
Ankle cartilage injury dapat menjadi salah satu penyebab nyeri ankle yang menetap, terutama jika disertai chronic ankle instability atau riwayat ankle sprain berulang. Diagnosis dan treatment yang tepat penting untuk menentukan apakah pasien membutuhkan physiotherapy, pemeriksaan lanjutan, atau tindakan operasi.
Seperti yang ditekankan Dr. Chris Pierce, pasien dengan masalah cartilage sebaiknya mendapatkan evaluasi dari tenaga medis yang memiliki pengalaman khusus dalam menangani ankle cartilage dan ankle instability.
Siap Menjelajahi Pilihan Perawatan Anda?
Altius Clinic Singapore – Dr. Chris Pierce
Website: https://altiusclinic.sg/
Tel: +65 6970 1518
WhatsApp: +65 8500 3961
PhysioActive Singapore
Website: https://physioactive.sg/
Layanan rehabilitasi dan fisioterapi komprehensif
PhysioActive Indonesia
Website: https://www.physioactive.id/
Lokasi di Jakarta: Darmawangsa, Setiabudi, dan Sunter
Rehabilitasi pasca operasi oleh tenaga ahli



