Berapa lama saya perlu, untuk pulih dari cedera saya?

Hi readers, “kapan sih kondisi ini bisa pulih ka?” Pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang selalu ditanyakan setiap pasien saat konsultasi. Dan untuk menjawab pertanyaan tersebut sebagai fisioterapis kita harus tahu betul apa yang terjadi. Mulai dari mekanisme cidera, area cidera dan gejala yang ditimbulkan. Cidera itu sendiri terbagi atas 2 kategori, yaitu : cidera jaringan keras dan cidera jaringan lunak.

Nah, kali ini Saya akan membahas mengenai cidera jaringan lunak dan berapa lama waktu dibutuhkan untuk pulih pasca cidera ini. Untuk mengetahui prognosa dari cidera ini, mari kita kenalan lebih lanjut lagi mengenai cidera jaringan lunak ini.

Apakah Cidera Jaringan Lunak itu?

Cidera jaringan lunak adalah cidera yang terjadi di otot, tendon atau ligament. Cidera yang terjadi dibagi 2 jenis yaitu strain dan sprain yang bisa diakibatkan dari cidera besar (contoh : kecelakaan baik kendaraan maupun olahraga) dan cidera mikro akibat penggunaan otot yang berlebih (contoh : kebiasaan penggunaan gadget, bekerja didepan komputer dan duduk dalam waktu yang lama, dll) cidera ini umum terjadi dan jarang disadari bahwa posisi statis dalam waktu yang lama tersebut dapat menyebabkan cidera pada jaringan lunak. Berikut adalah kasus-kasus yang biasa terjadi pada cidera jaringan lunak, antara lain :
Keseleo pergelangan kaki
Cedera Pungung (Lower back, upper back, cervical)
Cedera Betis
Ketegangan hamstring
Tennis/Siku pemain Golf Elbow
Cedera Tangan
Cedera Miniscus
Cedera Ligamen

Kondisi – kondisi tersebut di atas merupakan kondisi – kondisi yang biasa kami tangani di clinic kami. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai kondisi tersebut silakan klik link berikut

Apakah Bedanya Strain dengan Sprain?

“Strain” adalah cidera yang terjadi pada otot atau tendon (otot atau tendon adalah jaringan lunak yang menempel pada otot sebagai stabilisasi aktif) baik karena overstretch atau overuse. Sedangkan “Sprain” adalah cidera yang terjadi pada ligament (jaringan lunak yang menempel pada otot sebagai stabilisasi pasif).

Gejala – gejala umum pada kondisi “sprain” Gejala – gejala umum pada kondisi “strain”
• lebam
• nyeri disekitar area cidera
• bengkak
• terbatasnya fleksibilitas
• kesulitan dalam melakukan gerakan pada sendi secara sempurna
• otot tegang
• nyeri disekitar area cidera
• bengkak
• terbatasnya fleksibilitas
• kesulitan dalam melakukan gerakan pada sendi secara sempurna

Berapa Lama Pemulihan Pasca Cidera?

Untuk mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan suatu cidera agar dapat pulih juga tergantung pada seberapa parah cidera tersebut. Cidera jaringan lunak memiliki 3 tingkatan kategori keparahan :

Grade 1 (Ringan) prognosa : 1 – 2 minggu

– Minimal overstretch. Kemungkinan ada robekan mikro pada serabut otot.
– Nyeri tekan dan bengkak minimal

Grade 2 (Sedang) prognosa : 3 – 4 minggu

– Adanya kerobekan serabut otot sebagian
– Nyeri dan bengkak sedang
– Kesulitan saat melakukan pembebanan pada area cidera tanpa nyeri.

Grade 3 (Berat) prognosa : > 3 bulan

– Adanya kerobekan secara menyeluruh pada struktur tersebut
– Nyeri dan bengkak yang sangat besar
– Ketidakmampuan menggunakan fungsi area cidera
– Adanya ketidakstabilan pada sendi yang cidera.

Gejala dan Penanganan Cidera Jaringan Lunak

Gejala apa saja yang ditimbukan saat kita mengalami cidera ini?

Saat jaringan rusak biasanya akan timbul bengkak dan nyeri pada area cidera, selain itu juga akan timbul kebiruan pada kulit bisa terjadi langsung atau bisa juga terjadi 24 – 48 jam kemudian. Hal ini wajar terjadi karena bengkak merupakan gejala dari inflamasi dan inflamasi merupakan bagian dari proses penyembuhan, hanya saja bengkak berlebihan akan memperlambat proses penyembuhan. Untuk itu pada 24-48 jam pertama setelah cidera kita harus mengkontrol inflamasi yang timbul agar proses penyembuhan dapat terjadi dengan baik. Penanganan awal cidera yang tepat dapat menentukan kecepatan proses peyembuhan jaringan.

Bagaimana penanganannya?

Saya yakin kalian sudah sangat familiar dengan metode penangan cidera PRICE (Protect, Rest, Ice, Compression, Elevation). Namun, semakin berkembanganya ilmu belakangan ini terdapat metode lain yaitu PEACE and LOVE (seperti dikutip dari British Journal of Sports Medicine). Apa itu PEACE and LOVE?

Protection Elevation Avoid Anti Inflammatories Compression Education Load Optimism Vascularisation Exercise

PEACE and LOVE

Protection:

Melindungi area cidera dari kegiatan yang menimbulkan rasa nyeri.

Elevation:

Meninggikan area bagian yang mengalami cedera lebih tinggi dari jantung sesering mungkin.

Avoid Anti Inflamation:

Menghindari penggunaan obat anti inflamasi karena akan menghambat proses penyembuhan pembentukan jaringan termasuk penggunaan es yang tidak tepat. Namun seperti dijelaskan di atas bahwa inflamasi harus dikontrol, maka jika bengkak dan nyeri yang cukup hebat ada baiknya dilakukan kompres es dalam kurun waktu 24-72 jam selama 5-10 menit. Karena penggunaan es cukup efektif untuk menurunkan nyeri dan bengkak namun jika terlalu lama penggunaan es akan menghambat proses penyembuhan itu sendiri.

Compression:

Penggunaan elastic bandage (perban) dan taping untuk menurunkan pembengkakan.

Education:

Berikan edukasi kepada pasien mengenai cideranya dan apa yang harus dilakukan dalam kondisi tersebut, penggunaan modalitas memiliki efek yang tidak signifikan.Tubuhmu tahu apa yang terbaik untuk dilakukan.

Dan

Sejarah Manajemen Cedera Akut

Sejarah Manajemen Cedera Akut

Load:

Lakukan pembebanan minimal tanpa menimbulkan nyeri untuk terus melatih area cidera. Beban bisa terus ditingkatkan jika nyeri berkurang.

Optimism:

Selalu bersikap optimis karena pikiran positif juga mempengaruhi progonosa pemulihan cidera.

Vascularisasi :

Pilihlah aktifitas cardio yang bisa dilakukan tanpa menyebabkan nyeri agar dapat meningkatkan aliran darah yang berfungsi untuk memperbaiki jaringan.

Exercise:

Lakukan latihan untuk mengembalikan lingkup gerak, kekuatan otot, propioceptif dan latihan sebaiknya dilakukan bertahap sesuai kondisi hingga dapat kembali ke aktifitas tanpa gangguan nyeri.

Perlu diingat tubuh kita dapat melakukan pemulihan sendiri namun tetap perlu dikontrol dan diarahkan agar pemulihan dapat terjadi dengan sesuai yang diharapkan. Dan proses pemulihan tersebut memerlukan waktu dan usaha. Jadi bersabarlah dan tetap berusaha.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kondisi Anda jangan ragu untuk berkonsultasi dengan kami dan dengan senang hati kami akan bekerja sama bersama Anda untuk mengembalikan Anda ke aktifitas sehari-hari tanpa nyeri.

Join The Discussion

*

Related Articles